Kamis, 01 November 2012

RUMAH KU DI KAMPUNG HALAMAN KU

 Mama sampai kapan kah derita mu dapat ku akhiri. terimakasih mama atas bimbingan mu untuk ku, kapankah aku bisa membalas jasa mi mama...........................................................................
Air mata mu yang menetes untuk aku anak mu, caci maki. hina dina dalam kekurangan, sumpah serapah orang karna kita orang yang tak punya, semua kau terima, hanya untuk memberi makan anak-anak mu,. Kau berani malu untuk memohon pinjaman setakar beras agar bisa melanjutkan di hari esok..............................
Istana derita yang kita huni penuh dengan tangisan mu, mama...........................................................
Rumah ku warisan Istana bapa ku yang belum jadi......................................................................................
Rumah trakhir bapa, tak semewah persemayaman seorang raja.....................................................
Yaaa............... Allah ampunilah dosa mama dan bapak ku................................................................????
Kita jauh dari indahnya kota, jauh dari kesenangan, tapi aku bersyukur menjadi anak mu mama.....
Istana kita adalah anugerah yang belum bersinar........................................................................
Izinkan aku slalu menangis untuk mu mama.......................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar